▴BPSDM PROVINSI SULAWESI SELATAN▴ - PENUTUPAN LATSAR CPNS PAREPARE, 83 PESERTA TUNTAS DI DUA LEMBAGA TERAKREDITASI
- HASIL MEMBANGGAKAN, SELURUH PESERTA LATSAR JENEPONTO XII LULUS
- SEBELUM MAKAN SIANG, PESERTA LATSAR IKUTI APEL
- PEMBINAAN SIKAP PERILAKU LATSAR CPNS DI PANTAI LOSARI
- SEKDA TAKALAR BUKA LATSAR JENEPONTO XII
- AWALI LATSAR CPNS KOTA PAREPARE DI KAMPUS 2 BPSDM
- PEMBUKAAN LATSAR CPNS PEMKOT MAKASSAR
- RAMADHAN LEADERSHIP CAMP PEMPROV. SULSEL 2026
- MULTITASKING PADA WIDYAISWARA: ANTARA EFISIENSI DAN KUALITAS
- PEMPROV SULSEL GELAR SEMINAR NASIONAL MEMPERINGATI HUT KORPRI KE 53
TUTUP PELATIHAN REVOLUSI MENTAL, KABID DIKLAT: INGIN SEHAT, JADILAH ASN BERINTEGRITAS
Berita Terkait
- IMRAN JAUSI RESMI BUKA PELATIHAN MENTAL, KARAKTER DAN MOTIVASI BPSDM 0
- BPSDM HARUS MENJADI SUMBER SDM TERBARUKAN BAGI PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI SELATAN0
- PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PELAYANAN ADMINISTRASI PUBLIK0
- PENTINGNYA SEBUAH KEDISIPLINAN0
- MANAJEMEN RESIKO DI ERA 4.00
- KPK LAKSANAKAN SERTIFIKASI PENYULUH ANTI KORUPSI DI BPSDM SULSEL0
- MENDESAIN RANCANGAN AKSI LATSAR CPNS0
- MENGGALI DAN MENEMUKAN ISSUE STRATEGIS DALAM MENYUSUN RANCANGAN AKTUALISASI BAGI PESERTA LATSAR CPNS0
- PROYEK PERUBAHAN DIKLAT KEPEMIMPINAN 0
- INI DIA PEMBEDA DIKLAT DI BPSDM SULSEL0
Berita Populer
- MEMAHAMI PROSEDUR PEMBERIAN INFORMED CONSENT DALAM PRAKTEK KEDOKTERAN
- MENEMUKAN KEMBALI PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI
- MENGENAL SINGKATAN PEJABAT DALAM PEMERINTAHAN Plt. Plh. Pj. dan Pjs.
- ANALISIS KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH PENGETAHUAN WAJIB BAGI PARA PEMIMPIN DAERAH
- APA ITU ASN DAN PPPK ?
- KENALI PELATIHAN PEMBEKALAN / ORIENTASI PEGAWAI PEMERINTAH DENGAN PERJANJIAN KERJA (PPPK).
- MENGENAL JABATAN FUNGSIONAL PRANATA HUMAS BAGIAN KE DUA
- INTEGRITAS DAN PROFESIONALISME ASN DI ERA MILENIAL
- INTEGRITAS DAN KEPEMIMPINAN
- MENGENAL SERVANT LEADERSHIP

Takalar — Pelaksanaan pelatihan mental marakter dan motivasi yang akrab disebut pelatihan revolusi mental di BPSDM Sulsel berlangsung lancar dan penuh hikmaT. Setelah menerima materi secara klasikal di Kampus I BPSDM Sulsel, maka peserta kemudian menuju Puntondo, salah satu objek wisata maritim di Kabupaten Takalar.
Di Takalar, peserta banyak menerima materi yang bernuansa karakter motivasi dan revolusi mental.
Selain teori, pesrta juga mendapatkan materi secara outdoor berupa permainan di tengah lapangan yang semuanya mencerminkan kejujuran, integritas, gotong royong dan etos kerja.

Setelah melalui malam renungan, peserta kemudian membuat api unggun untuk dikelilingi dan sekaligus dalam momen itu peserta membakar dengan melempar kertas yang berisikan tulisan kejahatan, dan kehilafan yang telah dilakukan peserta selama hidup di dunia ini.
Kepala Bidang Diklat Kepemimpinan Aparatur BPSDM Sulsel Sultan Rakib yang mewakili Kepala BPSDM Sulsel memberikan arahan dan sekaligus secara resmi menutup kegiatan yang berlangsung selama lima hari tersebut.
Sultan Rakib menyampaikan bahwa pelatihan revolusi mental adalah sebuah media dan sekaligus momentum untuk membangkitkan kembali intgritas kita semua sebagai ASN. Yang terpenting adalah bagaimana menginternalisasi integritas tersebut ke dalam kehidupan kita sehari hari, dalam pekerjaan dan lain sebagainya.
“Integritas, kejujuran, tidak saja menjadikan kita ASN yang berkarakter dan memiliki sikap yang baik. Tapi secara fisik juga menyehatkan. Kenapa? Karena ketika kita berkata jujur dalam keseharian, maka seluruh elemen tubuh kita akan bereaksi positif dan berujung pada kepuasan diri. Ujungnya lagi, kita tidak stres, syaraf kita bereaksi positif, metabolisme tubuh bekerja dengan baik,” jelas Sultan.
Bandingkan jika kita tidak berintegritas. Tidak jujur dalam kehidupan sehari hari membuat seluruh elemen tubuh akan bereaksi negatif. “Ujungnya, syaraf tegang, stres, mudah sakit kepala dan lain sebagainya. Makanya saya bilang, ingin sehat? Maka setelah selesai pelatihan revolusi mental ini maka jadilah terus ASN yang berintegritas. Bukan untuk diri bapak ibu saja tapi bapak ibu harus menjadi influencer untuk menyebar virus-virus integritas ini di sekitar kita,” tutup Sultan Rakib.






