BPSDM HARUS MENJADI SUMBER SDM TERBARUKAN BAGI PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI SELATAN

By Muharrir Mukhlis 18 Nov 2019, 12:39:00 WIB Serba Serbi
BPSDM HARUS MENJADI SUMBER SDM TERBARUKAN BAGI PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI SELATAN

Salah satu tema menarik yang disampaikan Ir. Imran Jausi, M.Pd Kepala Badan Pengembangan SDM Provinsi Sulawesi Selatan dalam amanatnya selaku Inspektur Upacara pada Hari Kesadaran Nasional Senin 18 November 2019 di Lapangan Upacara Kantor BPSDM adalah SDM Terbarukan.

Mengawali Tema ini, Imran Jausi mewarning bagi setiap pejabat struktural, fungsional dan pelaksana dilingkup BPSDM untuk mempersiapkan diri dan melakukan langkah-langkah antisipatif dan kesiapsediaan terkait penerapan kebijakan Pemerintah Pusat untuk memangkas pejabat setingkat eselon 3 dan 4 pada kementerian dan lembaga serta pada pemerintah Daerah untuk mengoptimalkan pelayanan publik melalui jabatan fungsional sesuai dengan latar belakang keilmuan, pengalaman kerja yang menjadi kompetensi teknis seorang ASN.

Lebih Lanjut Imran Jausi menyampaikan beberapa pokok pikiran dalam melakukan langkah-langkah antisipatif dalam melakukan penyesuaian sebagaimana yang diinginkan oleh pemerintah pusat yaitu kesiapan BPSDM sebagai lembaga diklat untuk mendesain dan memformasi berbagai pelatihan teknis fungsional sesuai dengan arah kebijakan pemerintah Provinsi Sulawesi selatan, sehingga BPSDM dapat menjadi sumber pencetak SDM terbarukan yang memiliki spesifikasi-spesifikasi teknis yang handal sesuai dengan tupoksi dan unit kerja masing-masing ASN.

Dalam mewujudkan harapan tersebut menurut Imran Jausi tidaklah terlalu sulit, karena setidaknya BPSDM didukung oleh tenaga kediklatan yang cukup mamadai yakni terdiri dari 14 orang spesifikasi pendidikan S3 (Doktor) dan beberapa Widyaiswara Utama yang punya pengalaman memimpin OPD sebelum terjun ke Bidang Pengembangan SDM. " Ini merupakan modal awal menjadikan BPSDM sebagai sumber SDM terbarukan "  tegas Imran Jausi.

Sumber Daya Manusia Terbarukan seperti dijelaskan oleh Imran Jausi dalam amanatnya mengatakan bahwa SDM yang mampu menghasilkan atau menciptakan daya kreativitas dan inovasi-inovasi unggulan dengan tidak meningalkan budaya dan kearifan-kearifan lokal serta memiliki ketaatan pada ketentuan dan peraturan yang berlaku bagi seorang ASN. Tentunya untuk menjadikan BPSDM sebagai sumber SDM terbarukan maka setiap tenaga kediklatan harus selalu mengupgrade dan mengupdate kompetensi personal agar mampu menyajikan materi-materi pembelajaran teknis yang lebih tajam, mendalam dan tepat sasaran bagi ASN Pemerintah Provinsi dan daerah kabupaten /Kota yang akan mengikuti diklat-diklat teknis tertentu di BPSDM.

Imran Jausi berharap bahwa SDM BPSDM adalah SDM terbarukan yang memiliki kompetensi multi disiplin ilmu misalnya Kompetensi di bidang Pemerintahan Desa, di bidang perencanaan keuangan daerah, di bidang analisis rencana strategis, di bidang hukum kesehatan, di bidang puskesmas dan rumah sakit, di bidang kehumasan dan protokoler di bidang pengawasan Barang dan jasa, di bidang analisis Perundang-undangan dan lain sebagainya, sehingga pada gilirannya juga mampu mencetak SDM terbarukan lainnya dari OPD-OPD yang mengikuti berbagai macam jenis kediklatan teknis di BPSDM.

Dalam mewujudkan impiannya, Imran Jausi berharap adanya kelompok-kalompok diskusi dari para Widya Iswara dan tenaga teknis lainnya untuk merancang model pembelajaran dan substansi pembelajaran teknis dan fungsional di lembaga yang di pimpinnya tersebut dalam waktu dekat ini. SDM terbarukan adalah modal untuk melahirkan inovasi-inovasi baru bagi ASN dalam menjalankan fungsinya sebagai Pemberi pelayanan publik, pelaksana kebijakan publik dan sebagai perekat dan pemersatu bangsa, tandas Imran Jausi mengakhiri amanatnya selaku inspektur upacara.