▴BPSDM PROVINSI SULAWESI SELATAN▴ - Jufri Rahman: Potensi Wajo Perlu Disinergikan dengan Prioritas Pembangunan Sulsel 2027
- PENDIDIKAN TAK SEKADAR BERMUTU, TAPI HARUS BERDAMPAK
- BKN Apresiasi Gubernur Sulsel Jadikan Manajemen Talenta ASN Rujukan Nasional
- BUKAN SEKADAR JALAN MULUS - MYP Sulsel 2026 dan Jalan Panjang Menuju Pertumbuhan yang Merata
- BPSDM Sulsel Perkuat Kompetensi Regulasi Emosi ASN melalui Webinar ASN Adaptif Seri ke-65
- PENUTUPAN LATSAR CPNS PAREPARE, 83 PESERTA TUNTAS DI DUA LEMBAGA TERAKREDITASI
- HASIL MEMBANGGAKAN, SELURUH PESERTA LATSAR JENEPONTO XII LULUS
- SEBELUM MAKAN SIANG, PESERTA LATSAR IKUTI APEL
- PEMBINAAN SIKAP PERILAKU LATSAR CPNS DI PANTAI LOSARI
- SEKDA TAKALAR BUKA LATSAR JENEPONTO XII
Pj Gubernur Prof Zudan Apresiasi Gerakan Ayo ke Posyandu dan Toilet Bersih Hidup Sehat Dinkes Sulsel
Berita Terkait
- Pj Gubernur Ajak Kembangkan Potensi Garam Sulsel0
- Pj Gubernur Prof Zudan Tantang Dispusip Sulsel Tingkatkan Pengunjung Perpustakaan0
- Lantik Empat Pjs Kepala Daerah di Sulsel, Pj Gubernur Prof Zudan Ingatkan Jangan Langgar Aturan0
- Bacakan Sambutan Mendagri di Acara Pelantikan Anggota DPRD Sulsel, Prof Zudan: Selamat Bekerja0
- Pj.Gubernur Sulsel Buka Workshop Pengembangan Perpustakaan Digital0
- Sulsel Terbaik 1 Championship TP2DD 2024 Wilayah Sulawesi, Prof Zudan: Terima Kasih Untuk Semuanya0
- BPSDM Prov.Sulsel Apel Pagi Virtual Dengan Pj.Gubernur Sulsel0
- Pj Gubernur Prof. Zudan Kunjungi Pasar Pannampu Makassar, Pastikan Stabilitas Harga Bahan Pokok0
- Hadiri Milad ke-58, Ketua Umum MD KAHMI Sulsel: Prof Zudan Pemimpin Sederhana dan Merakyat0
- Muhammad Jufri Mendampingi Prof.Zudan Menerima Kunjungan Bapak Dr.Sugeng Haryono, M.PD0
Berita Populer
- MEMAHAMI PROSEDUR PEMBERIAN INFORMED CONSENT DALAM PRAKTEK KEDOKTERAN
- MENEMUKAN KEMBALI PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI
- MENGENAL SINGKATAN PEJABAT DALAM PEMERINTAHAN Plt. Plh. Pj. dan Pjs.
- ANALISIS KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH PENGETAHUAN WAJIB BAGI PARA PEMIMPIN DAERAH
- APA ITU ASN DAN PPPK ?
- KENALI PELATIHAN PEMBEKALAN / ORIENTASI PEGAWAI PEMERINTAH DENGAN PERJANJIAN KERJA (PPPK).
- MENGENAL JABATAN FUNGSIONAL PRANATA HUMAS BAGIAN KE DUA
- INTEGRITAS DAN PROFESIONALISME ASN DI ERA MILENIAL
- INTEGRITAS DAN KEPEMIMPINAN
- MENGENAL SERVANT LEADERSHIP

Kamis, 26 September 2024
MAKASSAR - Penjabat Gubernur Sulsel, Prof Zudan Arif Fakrulloh, menyampaikan apresiasi kepada Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Ishak Iskandar, atas inisiatif dalam membuat Gerakan Ayo ke Posyandu dan Gerakan Toilet Bersih Hidup Sehat. Kegiatan ini dirangkaikan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada sekolah, masjid, gereja dan pasar yang sudah konsisten menjaga kebersihan toilet sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan.
"Ini terima kasih kepada Kepala Dinas Kesehatan Sulsel karena beliau yang paling cepat merespon soal toilet bersih di Sulsel," tutur Prof Zudan dalam sambutannya di kegiatan Gerakan Ayo ke Posyandu dan Gerakan Toilet Bersih, di Hotel Claro Makassar, Kamis, 26 September 2024.
"Karena toilet bersih ini merupakan sesuatu yang sangat bermanfaat bagi kita semua.Toilet bersih ini adalah gerakan hidup sehat," lanjut Prof Zudan.
Selain itu, Prof Zudan menitipkan kegiatan Ayo ke Posyandu ini, sebagai wadah bagi masyarakat dan pemerintah untuk menyampaikan pentingnya pendidikan, pentingnya pencegahan stunting dan pencegahan pernikahan usia dini.
"Posyandu bisa menjadi tempat untuk menyampaikan atau bertanya berapa anak yang sekolah. Bagaimana pencegahan stunting, pernikahan usia dini dan masih banyak lagi penyampaian penting lainnya," jelasnya.
Prof Zudan juga menekankan kepada kepala daerah di kabupaten kota se Sulsel agar betul-betul bergerak bersama-sama menurunkan angka stunting bahkan sampai 10 persen.
"Bapak Ibu Bupati Wali Kota, saya titip bagaimana penanganan stunting bisa turun sampai 10 persen di masing-masing kabupaten kota se-Sulsel," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Ishak Iskandar, mengatakan, gerakan ini adalah kolaborasi pihaknya bersama masyarakat dan dilakukan penilaian toilet bersih di tingkat Provinsi Sulsel.
"Kami juga melakukan inovasi gerakan gizi untuk menghindari stunting di berbagai daerah dan diharapkan stunting turun sampai 14 persen. Ini dilakukan mulai dari desa, ini kami mengajak seluruh masyarakat untuk ke Posyandu sampai pada proses mengasuh anak agar terhindar dari stunting," terangnya.
Menurut Ishak, inovasi soal Gerakan Kesehatan Masyarakat (Germas) ini sudah dilakukan di tingkat pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan RI. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Sulsel dan kabupaten kota se-Sulsel meneruskan inovasi tersebut.
"Inovasi ini tidaklah sulit melainkan kita duplikasi dari Germas, program Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Mari kita sama-sama ke Posyandu," pungkasnya.
Kegiatan ini dihadiri Dinas Kesehatan Kabupaten Kota se-Sulsel, Bupati dan Wali Kota se-Sulsel, hadir juga dari Posyandu dan sejumlah tamu undangan lainnya. (*)



.jpg)


