PEMBUKAAN DIKLAT PIM TK. IV ANGK. XIV (14) PEMKAB. KEPULAUAN SELAYAR BEKERJASAMA BPSDM PROV. SULSEL

By Muharrir Mukhlis 15 Mei 2017, 14:13:09 WIB Kegiatan BPSDM SULSEL
PEMBUKAAN DIKLAT PIM TK. IV ANGK. XIV (14)  PEMKAB. KEPULAUAN SELAYAR BEKERJASAMA BPSDM PROV. SULSEL

Keterangan Gambar : Ir. H. Imran Jausi, M.Pd sedang memberikan sambutan


Senin 10 April 2017, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar mengadakan Pembukaan Diklat PIM Tk. IV Angkatan XIV (14) kerjasama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2017 bertempat di Kampus II Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sulawesi Selatan Jl Cenderawasih No. 233, Makassar.

Hadir dalam acara tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar mewakili Bupati Kepulauan Selayar (Ir. Marjani Sultan) yang membuka secara resmi acara tersebut, Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (Drs. H. Muhtar, M.M), serta Plt. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sulawesi Selatan (Ir. H. Imran Jausi, M.Pd).

Dalam laporannya, Bapak Drs. H. Muhtar, M.M mengatakan bahwa diklat ini bertujuan membentuk pejabat struktural eselon IV yang akan berperan dan melaksanakan tugas dan fungsi pemerintahan di masing – masing SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah).

Kemudian Bapak Ir. Marjani Sultan dalam sambutan Bupati Kepulauan Selayar mengatakan “dalam sistem manajemen kepegawaian pejabat struktural eselon IV memainkan peranan yang sangat menentukan dalam membuat perencanaan, pelaksanaan kegiatan instansi dan memimpin bawahan staf untuk melaksanakan kegiatan tersebut secara efektif dan efisien. Tugas ini menuntut untuk harus memiliki kompetensi kepemimpinan operasional yaitu kemampuan dalam membuat perencanaan pelaksanaan kegiatan instansi dan kemampuan mempengaruhi serta memobilisasi bawahan dan pemangku kepentingan strategis dalam melaksanakan kegiatan yang telah direncanakan tersebut, untuk dapat membentuk sosok pejabat struktural eselon IV yang hanya sebatas bertujuan membekali peserta dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin operasional dirasakan tidak cukup tetapi diperlukan sebuah penyelenggaraan pelatihan tingkat IV yang inovatif yaitu penyelengaraan diklat yang memungkinkan peserta untuk mampu menerapkan kompetensi yang telah dimilikinya.”