▴BPSDM PROVINSI SULAWESI SELATAN▴ - MULTITASKING PADA WIDYAISWARA: ANTARA EFISIENSI DAN KUALITAS
- PEMPROV SULSEL GELAR SEMINAR NASIONAL MEMPERINGATI HUT KORPRI KE 53
- PELAKSANAAN ORIENTASI ANGGOTA DPRD KAB. SINJAI DI HOTEL MERCURE
- PJ GUBERNUR SULSEL RESMI DINYATAKAN SEBAGAI PEJABAT GUBERNUR TERBAIK DI INDONESIA
- HARI KETIGA PELAKSANAAN ORIENTASI ANGGOTA DPRD KAB. SINJAI
- HARI KETIGA PELAKSANAAN ORIENTASI ANGGOTA DPRD KAB. SINJAI
- PEMBEKALAN ASN BKPSDM PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN
- KUNJUNGAN KERJA BKPSDM PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN KE BPSDM PROV. SULSEL
- BELAJAR MENGAJI YANG DILAKSANAKAN DI MASJID KAMPUS 2 BPSDM PROV. SULSEL
- BPSDM PROV. SULSEL BELAJAR MENGAJI DILAKSANAKAN DI MASJID KAMPUS II
ASRI : WUJUDKAN KOLABORASI DAN KERJASAMA DENGAN COFFEE MORNING
Berita Terkait
- PENARIKAN 15 MAHASISWA DARI STIEM BONGAYA MAKASSAR0
- BPSDM LAKUKAN PENYULUHAN PENDIRIAN KOPERASI0
- SOSIALISASI MONEV KETERBUKAAN INFORMASI PELAYANAN PUBLIK SULSEL TAHUN 20200
- BPSDM PUNYA LMS DENGAN NAMA SIBANG ASN CORPU0
- MASAMBA BERDUKA, BPSDM SULSEL PEDULI0
- RAKOR IMPLEMENTASI PENDIDIKAN ANTI KORUPSI0
- BPSDM BUGAR BERSEPEDA0
- LAGI, BPSDM SULSEL MILIKI WIDYAISWARA AHLI UTAMA0
- KABAN DAN SEKBAN HADIRI RAKORNAS PENGEMBANGAN KOMPETENSI ASN VIA ZOOM MEETING0
- IMRAN JAUSI DILANTIK SEBAGAI BKD PROV. SULSEL0
Berita Populer
- MEMAHAMI PROSEDUR PEMBERIAN INFORMED CONSENT DALAM PRAKTEK KEDOKTERAN
- MENEMUKAN KEMBALI PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI
- ANALISIS KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH PENGETAHUAN WAJIB BAGI PARA PEMIMPIN DAERAH
- MENGENAL SINGKATAN PEJABAT DALAM PEMERINTAHAN Plt. Plh. Pj. dan Pjs.
- APA ITU ASN DAN PPPK ?
- KENALI PELATIHAN PEMBEKALAN / ORIENTASI PEGAWAI PEMERINTAH DENGAN PERJANJIAN KERJA (PPPK).
- MENGENAL JABATAN FUNGSIONAL PRANATA HUMAS BAGIAN KE DUA
- INTEGRITAS DAN PROFESIONALISME ASN DI ERA MILENIAL
- INTEGRITAS DAN KEPEMIMPINAN
- MENGENAL SERVANT LEADERSHIP

BPSDM SULSEL - Kegiatan tadi (31 Agustus 2020) di Kampus 2 BPSDM Jl. Cendrawasih Makssar merupakan kegiatan Coffee Morning yang akan dilaksanakan setiap hari Senin, di mana kegiatan itu sendiri membahas mengenai apa yang dikerjakan dan apa yang sudah dikerjakan, itu harapan Kaban BPSDM Prov. Sulsel bapak Drs. H. Asri Sahrun Said.
Karena ini merupakan pertama, kegiatan ini merupakan pengganti Apel pagi yang biasanya rutin dilakukan sebelum wabah Covid-19. Tadi dimulai jam 8.30, bagaimana respon ASN lingkup BPSDM Prov. Sulsel yang kita undang untuk datang.
Dalam wawancara singkat Sekretaris diruangannya BPSDM Prov. Sulsel bapak M. Kaharuddin Azis, SE, M.Si mengatakan “Senin depan kita mulai jam 8.00 sebagaimana apel pagi dan itu menjadi perhatian kepada seluruh pejabat dan staf-stafnya juga untuk hadir tepat waktu, itu sebagai pengganti absen elektronik untuk mengukur kehadiran kita”, ungkap Kahar.
Lanjut dikatakan “harapan Kaban adalah ingin baik lagi lebih dari itu, kita mau bekerja by system bukan by actor, artinya bukan hanya person saja tapi semua orang bekerja”, sambungnya. Dengan kegiatan ini, akan nampak program-program yang telah dan belum dikerjakan oleh bidang-bidang dan itu akan menjadi pengetahuan bersama bahwa ada hal-hal yang perlu kita kembangkan dari bidang-bidang atau Widyaiswara maupun Arsiparis dan Pustakawan yang hadir.

Perlu diketahui bahwa, Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) BPSDM Prov. Sulsel tahun ini mendapat predikat B - , Kaban mengharapkan tahun depan harus jadi A + . Hal ini terjadi karena tidak tersedianya informasi yang cukup terhadap kegiatan yang dilaksanakan sehingga backup dari data itu tidak tercakup, semua kriteria-kriteria untuk mendapatkan A + harus dipenuhi.
Kaban juga menghimbau kepada non ASN lingkup BPSDM agar mengetahui tupoksinya. “Sekarang kita sudah memberikan penghasilan yang cukup memadai, diminta kepada Kepala Bidang untuk membuatkan tupoksi kepada non ASN yang ditempatkan di masing-masing bidang”. Ungkap Asri di depan beberapa Kabid, Kasubag/Kasubid, serta pejabat fungsional lainnya.
Sementara itu, nantinya paling lambat di akhir tahun 2020 ada penghapusan Eselon 3 dan 4 tapi menurut Menpan RB tapi itu tidak merugikan karena nantinya ada 300 jabatan fungsional baru, jadi pejabat pada saat itu akan otomatis pindah sesuai dengan kompetensi pada jabatan itu dan nanti penggantinya akan memenuhi standar-standar fungsional yang akan diduduki jabatan-jabatan itu.
“Intinya marilah kita berkomitmen kuat, merasa memiliki, membangun persepsi yang sama agar BPSDM tampil lebih baik dan dimengerti serta dipahami tugas pokoknya. Di BPSDM ada beberapa aplikasi yang harus dipahami, LMS, SIBANG, E-Sinra, serta Jurnal Online sehingga siapa saja yang berkunjung nantinya di BPSDM dapat melihat diagram situasi yang ada di BPSDM termasuk sarana prasarana yang sebagaimana tempat pendidikan dan pelatihan akan kita benahi agar memberikan kenyamanan kepada peserta pelatihan yang berada di BPSDM”, sambung Kahar.






