▴BPSDM PROVINSI SULAWESI SELATAN▴ - MULTITASKING PADA WIDYAISWARA: ANTARA EFISIENSI DAN KUALITAS
- PEMPROV SULSEL GELAR SEMINAR NASIONAL MEMPERINGATI HUT KORPRI KE 53
- PELAKSANAAN ORIENTASI ANGGOTA DPRD KAB. SINJAI DI HOTEL MERCURE
- PJ GUBERNUR SULSEL RESMI DINYATAKAN SEBAGAI PEJABAT GUBERNUR TERBAIK DI INDONESIA
- HARI KETIGA PELAKSANAAN ORIENTASI ANGGOTA DPRD KAB. SINJAI
- HARI KETIGA PELAKSANAAN ORIENTASI ANGGOTA DPRD KAB. SINJAI
- PEMBEKALAN ASN BKPSDM PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN
- KUNJUNGAN KERJA BKPSDM PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN KE BPSDM PROV. SULSEL
- BELAJAR MENGAJI YANG DILAKSANAKAN DI MASJID KAMPUS 2 BPSDM PROV. SULSEL
- BPSDM PROV. SULSEL BELAJAR MENGAJI DILAKSANAKAN DI MASJID KAMPUS II
Prof Zudan Sabet Penghargaan Pj Gubernur Terbaik dari Mendagri
Berita Terkait
- KEMENKUMHAM SULAWESI UTARA KEMBALI KERJA SAMA DENGAN BPSDM PROV.SULSEL0
- Di Bawah Kepemimpinan Prof Zudan, Digital Signature ASN Naik 400 Persen0
- Prof. Zudan Lepas 630 Kontingen Menuju PON Aceh-Sumut, Ajak Atlet Angkat Nama Sulsel0
- RSUD Regional La Mappapenning Terapkan Program Ibu Nyaman Melahirkan dengan Akta Kelahiran0
- Tim PKRS RSUD Haji Makassar Gelar Penyuluhan dan Doa Bersama di Ruang Rinra Sayang 10
- Prof. Zudan Terima Kunjungan UBM Gorontalo untuk Perkuat Kerjasama0
- Penerimaan Visitasi PKN: Tips Kepemimpinan dari Pj Gubernur Sulsel Prof. Zudan0
- Pj Gubernur Sulsel Prof Zudan Sambut Kunjungan Sekjen MUI Pusat, Tingkatkan Sinergi Ulama dan Umara0
- Komitmen Digitalisasi Birokrasi di Sulsel di Era Pj Gubernur Prof Zudan Arif Fakrulloh0
- Sosialisasi Belajar Mengaji Dengan Metode Dirosa0
Berita Populer
- MEMAHAMI PROSEDUR PEMBERIAN INFORMED CONSENT DALAM PRAKTEK KEDOKTERAN
- MENEMUKAN KEMBALI PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI
- ANALISIS KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH PENGETAHUAN WAJIB BAGI PARA PEMIMPIN DAERAH
- MENGENAL SINGKATAN PEJABAT DALAM PEMERINTAHAN Plt. Plh. Pj. dan Pjs.
- APA ITU ASN DAN PPPK ?
- KENALI PELATIHAN PEMBEKALAN / ORIENTASI PEGAWAI PEMERINTAH DENGAN PERJANJIAN KERJA (PPPK).
- MENGENAL JABATAN FUNGSIONAL PRANATA HUMAS BAGIAN KE DUA
- INTEGRITAS DAN PROFESIONALISME ASN DI ERA MILENIAL
- INTEGRITAS DAN KEPEMIMPINAN
- MENGENAL SERVANT LEADERSHIP

Jakarta — Pj Gubernur Sulsel Pro Dr Zudan Arif Fakrulloh menyabet dua penghargaan sekaligus dari Menteri Dalam Negeri dalam acara tertajuk Apresiasi Kinerja Pejabat Kepala Daerah 2024, Jumat (30/8/2024) di Jakarta.
Dua penghargaan tersebut masing masing ; pemenang penjabat gubernur Kesejahteraan Rakyat kategori fiskal rendah, dan kedua adalah pemenang penjabat gubernur kinerja total dengan kategori fiskal rendah.
Kedua penghargaan ini menasbihkan Prof Zudan Arif Fakrulloh sebagai Penjabat Gubernur Terbaik oleh kemendagri. Penghargaan ini diraih Prof Zudan ini saat menjabat sebagai Pj Gubernur Sulbar tahun lalu.
Direktur Utama Tempo Media Group dalam sambutannya menyebutkan bahwa untuk mendapatkan penghargaan ini tidak mudah. Karena indikatornya sangat jelas; aspek kesejahteraan rakyat, penanganan kemsikinan ekstrem, penanganan stunting, pelayanan publik, pengendalian inflasi dan bagaimana kepala daerah mampu mensinergikan BUMD yang ada dalam bekerja dan berkarya yang ujungnya untuk kesejahteraan rakyat.
“Selain itu ada sektor kesehatan, penyerapan anggaran, perizinan, Dan lain-lain,” ujar Arif Zulkifli.
Even Apresiasi Kinerja Penjabat Kepala Daerah 2024 ini sangat objektif, selain karena indikator nya yang banyak, penilaian ini juga memiliki tahapan termasuk survei persepsi publik terhadap kinerja kepala daerah. Hal ini dipadukan juga dengan indeks kinerja penjabat kepala daerah.
Penilaian indeks ini dikuatkan lagi dengan wawancara kepala daerah oleh masing masing juri yang meliputi ragam unsur yang objektif; Mokhammad Najih
Ketua Ombudsman RI, Komjen. Pol. Tomsi
Tohir Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Prof. Siti Zuhro (Peneliti Senior dari BRIN), Arif Zulkifli (Dirut PT Tempo Inti Media), dan Jufri Rahman (Staf Ahli Bidang Pemerintahan Otda Kemenpan RB).
Hasilnya, Prof Zudan Arif Fakrulloh dinilai mampu menyejahterakan rakyat Sulbar dengan minimnya anggaran APBD atau fiskal yang dimiliki Sulbar saat itu. Selain itu, Prof Zudan Arif Fakrulloh dinilai ber kinerja total meski dengan fiskal yang rendah di wilayah yang dipimpinnya.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan bahwa penghargaan ini adalah upaya Mendagri menilai agar menjadi sebuah inspirasi kepala daerah lain. Tito menjelaskan bahwa Tidak mudah mendapatkan penghargaan ini melibatkan Ombudsman, media, survei kepuasan publik, dan lain lain.
“Selamat kepada kepala daerah yang menerima penghargaan. Kita berharap para kepala daerah yang mengisi kekosongan (penjabat) tetap ber kinerja baik sehingga mengantarkan pilkada serentak ini dengan aman dan damai, hingga ada kepala daerah definitif,” ujar Tito.
Dalam kesempatan tersebut, Tito menyampaikan bahwa pilkada serentak yang akan dilaksanakan tahun ini adalah pertama kalinya pemilihan langsung yang dilaksanakan secara serentak.
Apa filosofinya? Kata Tito, agar menghasilkan kepala daerah yang konsepnya sama dan terhununh antara pemerintah pusat provinsi dan kabupaten kota. “Jadi akan tercipta korelasi yang baik di semua jenjang pemerintahan,” kata Tito.






