PELATIHAN DASAR MANAJEMEN BENCANA BNPB BAGI BPBD PROVINSI, KAB/KOTA-PROV. SULSEL

By Muharrir Mukhlis 06 Sep 2016, 10:51:44 WIB Kegiatan BPSDM SULSEL
PELATIHAN DASAR MANAJEMEN BENCANA BNPB BAGI BPBD PROVINSI, KAB/KOTA-PROV. SULSEL

Keterangan Gambar : Plt. Kepala Badan Diklat Provinsi Sulawesi Selatan (H. Irman Yasin Limpo, SH) memberikan sambutan


Senin 5 September 2016, Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Sulawesi Selatan bekerjasama dengan Pusdiklat BNPB dan BPBD Provinsi Sulawesi Selatan mengadakan Pelatihan Dasar Manajemen Bencana BNPB Bagi BPBD Provinsi, Kabupaten/Kota – Provinsi Sulawesi Selatan yang berlangsung pada Tanggal 5 – 9 September 2016 bertempat di Hotel Horison Jalan Jenderal Sudirman Nomor. 24.

Dalam Sambutannya, Plt. Kepala Badan Diklat Provinsi Sulawesi Selatan (H. Irman Yasin Limpo, SH) mengatakan bahwa hal ini dilakukan untuk meningkatkan ketangguhan Provinsi Sulawesi Selatan dalam menghadapi bencana. Penanggulangan Bencana adalah kewajiban seluruh insan, karena hal itu marilah Bapak / Ibu, Saudara / Saudari meningkatkan kapasitas kita dalam menanggulangi bencana dan melakukan pengurangan resiko bencana, maka akan meningkatkan kapasitas kita sebagai Aparatur Sipil Negara dalam menghadapi bencana.

Lanjut dalam sambutannya, Pelatihan Dasar Manajemen Bencana yang kita selenggarakan mulai hari ini selama lima hari kedepan merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia dalam penanggulangan bencana. Sasaran pelatihan ini dikhususkan bagi para pengambil keputusan dan mereka yang berada di level manajerial dalam penanggulangan bencana. Harapannya, para pembuat kebijakan dan manajer ini memiliki kapasitas yang semakin baik dalam pengambil keputusan dan pengelolaan penanggulangan bencana di unit kerja masing – masing.

Di akhir sambutannya beliau mengatakan bahwa dalam proses pelatihan ini, saya berharap peserta dapat saling berbagi pengalaman menangani bencana di daerahnya masing – masing, merefleksikan pengalaman itu, serta bersama – sama menarik berbagai pembelajaran melaluinya. Pada akhirnya, pembelajaran dapat menjadi bekal dalam memperkuat kesiap siagaan, operasi tanggap darurat maupun rehabilitasi dan rekonstruksi di Indonesia di masa mendatang. Kita tidak ingin bencana kembali terjadi dan menelan banyak korban dan kerugian. Kita ingin menjadi lebih siap dan mampu mencegah jatuhnya korban dan menekan kerugian di berbagai bidang, termasuk ekonomi sosial.