▴BPSDM PROVINSI SULAWESI SELATAN▴ - MULTITASKING PADA WIDYAISWARA: ANTARA EFISIENSI DAN KUALITAS
- PEMPROV SULSEL GELAR SEMINAR NASIONAL MEMPERINGATI HUT KORPRI KE 53
- PELAKSANAAN ORIENTASI ANGGOTA DPRD KAB. SINJAI DI HOTEL MERCURE
- PJ GUBERNUR SULSEL RESMI DINYATAKAN SEBAGAI PEJABAT GUBERNUR TERBAIK DI INDONESIA
- HARI KETIGA PELAKSANAAN ORIENTASI ANGGOTA DPRD KAB. SINJAI
- HARI KETIGA PELAKSANAAN ORIENTASI ANGGOTA DPRD KAB. SINJAI
- PEMBEKALAN ASN BKPSDM PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN
- KUNJUNGAN KERJA BKPSDM PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN KE BPSDM PROV. SULSEL
- BELAJAR MENGAJI YANG DILAKSANAKAN DI MASJID KAMPUS 2 BPSDM PROV. SULSEL
- BPSDM PROV. SULSEL BELAJAR MENGAJI DILAKSANAKAN DI MASJID KAMPUS II
KETELADANAN DALAM KEPEMIMPINAN
Oleh : Dr. dr. Ampera M, S.Ked., MH - Dokter Ahli Madya BPSDM Sulsel
Berita Terkait
- PELAYANAN KESEHATAN PARIPURNA0
- LEBIH DEKAT DENGAN CORPORATE UNIVERSITY0
- MENGEMBANGKAN ASN PROFESIONAL MELALUI PENCAPAIAN TARGET ORGANISASI.0
- MEMBANGUN BUDAYA HUKUM ANTI KORUPSI DALAM MASYARAKAT0
- JANGAN PERNAH BERHENTI BERPIKIR0
- MEMATUHI PROTOKOL KESEHATAN DAN VAKSINASI COVID - 19 ADALAH KEWAJIBAN BELA NEGARA0
- KITA BUTUH KARAKTER KEPEMIMPINAN (SPIRITUAL) DALAM BIROKRASI DIMASA PANDEMI0
- SOSIALISASI PERUBAHAN NOMENKELATUR BPSDM SULSEL0
- SOSIALISASI ASN CORPU DAN PERATURAN TERKAIT PEJABAT PEMERINTAH NON ASN LINGKUP PROVINSI SULSEL0
- PENYELARASAN PROGRAM KEGIATAN ANTAR KABUPATEN KOTA PADA FORUM PERANGKAT DAERAH PERUBAHAN TA. 20200
Berita Populer
- MEMAHAMI PROSEDUR PEMBERIAN INFORMED CONSENT DALAM PRAKTEK KEDOKTERAN
- MENEMUKAN KEMBALI PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI
- ANALISIS KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH PENGETAHUAN WAJIB BAGI PARA PEMIMPIN DAERAH
- MENGENAL SINGKATAN PEJABAT DALAM PEMERINTAHAN Plt. Plh. Pj. dan Pjs.
- APA ITU ASN DAN PPPK ?
- KENALI PELATIHAN PEMBEKALAN / ORIENTASI PEGAWAI PEMERINTAH DENGAN PERJANJIAN KERJA (PPPK).
- MENGENAL JABATAN FUNGSIONAL PRANATA HUMAS BAGIAN KE DUA
- INTEGRITAS DAN PROFESIONALISME ASN DI ERA MILENIAL
- INTEGRITAS DAN KEPEMIMPINAN
- MENGENAL SERVANT LEADERSHIP

Keterangan Gambar : Dr. dr. Ampera M, S.Ked., MH - Dokter Ahli Madya BPSDM Sulsel
Menjadi seorang pemimpin bukanlah hal yang mudah, karena menyangkut banyak hal mulai dari pencapaian visi misi organisasi, pengembangan karier sampai pada urusan kesejahteraan karyawan menjadi urusan dan tanggung jawab seorang pimpinan. itulah sebabnya mengapa para pemimpin harus dibekali dengan kompetensi managerial, teknis dan sosiokultural agar memiliki kemampuan yang handal dalam kepemimpinan.
Seorang pemimpin tidak hanya karena selembar Surat keputusan sebagai alat otoritas untuk berkuasa atau memerintah tetapi lebih dalam dari itu yaitu sebagai sosok panutan dan sebagai agen of changes dalam tubuh organisasi. Keteladanan sebagai salah bentuk integritas memegang peranan penting dalam menunjang kesuksesan seorang pemimpin dalam mengembangkan organisasi yang dipimpinnya.
Keteladanan seorang pemimpin sesunggahnya merupakan energi positif yang menjadi strong point dalam manajemen kepemimpinan. Keteladanan merupakan keseluruhan perilaku pimpinan yang dapat dilihat, dikenali dan ditiru oleh para anggota dalam sebuah organisasi. Keteladanan bukan hanya sekadar perkataan kosong atau janji-janji manis tetapi bukti dari perilaku kepemimpinan yang dipertunjukkan setiap hari oleh para pemimpin-pemimpin hebat.
Beberapa bentuk keteladanan yang dapat dilihat, dikenali dan ditirukan antara lain perilaku kedisiplinan, kerja sama, bersikap adil, jujur dan bijaksana. Seorang pemimpin harus mampu memberi keteladanan dalam memotivasi karyawan, melakukan pendelegasian dan memberi kepercayaan kepada anggota, tidak berpihak atau berat sebelah, mampu melakukan komunikasi yang baik dengan anggota, tidak mengambil hak yang bukan untuk dirinya dan lain sebagainya.
Keteladanan harus merupakan legacy yang dapat diwariskan dan ditularkan kepada semua anggota organisasi sehingga dengan sendirinya akan terbangun sebuah etos kerja yang baik dalam organisasi. Mengutip kata bijaksana dari seorang Raja yaitu Sri Sultan Hamengkubowono VIII yang mengatakan bahwa " Keteladanan jauh lebih bermanfaat dari pada teguran yang tajam ".
Tentunya ini bukanlah hal yang mudah karena perilaku teladan sangat dipengaruhi oleh banyak faktor baik yang bersifat subyektif maupun obyektif yang selalu berkecamuk dalam diri pribadi masing-masing orang, namun tidaklah berarti bahwa kita harus pasrah dan membiarkannya berlalu dan mengalir seperti air. Keteladanan harus selalu dilatih, dibiasakan sehingga menjadi karakter kepemimpinan. Jangan pernah berhenti untuk selalu menjadi panutan dalam hal-hal yang positif.
#inspirasikehidupan
#Keteladanandalamkepemimpinan
#janganlupabahagia






