▴BPSDM PROVINSI SULAWESI SELATAN▴ - MULTITASKING PADA WIDYAISWARA: ANTARA EFISIENSI DAN KUALITAS
- PEMPROV SULSEL GELAR SEMINAR NASIONAL MEMPERINGATI HUT KORPRI KE 53
- PELAKSANAAN ORIENTASI ANGGOTA DPRD KAB. SINJAI DI HOTEL MERCURE
- PJ GUBERNUR SULSEL RESMI DINYATAKAN SEBAGAI PEJABAT GUBERNUR TERBAIK DI INDONESIA
- HARI KETIGA PELAKSANAAN ORIENTASI ANGGOTA DPRD KAB. SINJAI
- HARI KETIGA PELAKSANAAN ORIENTASI ANGGOTA DPRD KAB. SINJAI
- PEMBEKALAN ASN BKPSDM PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN
- KUNJUNGAN KERJA BKPSDM PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN KE BPSDM PROV. SULSEL
- BELAJAR MENGAJI YANG DILAKSANAKAN DI MASJID KAMPUS 2 BPSDM PROV. SULSEL
- BPSDM PROV. SULSEL BELAJAR MENGAJI DILAKSANAKAN DI MASJID KAMPUS II
KENAPA KEPEMIMPINAN PANCASILA RELEVAN ?
BAHAN AJAR PENDAMPING AGENDA 1 BELA NEGARA KEPEMIMPINAN PANCASILA Di Paparkan Pada Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (Blended Learning) 08 Juni 2023 PENULIS KASWADI YUDHA PAMUNGKAS S.IP,M.Si WIDYAISWARA AHLI MUDA BPSDM SULSEL
Berita Terkait
- PROF. JUFRI BERIKAN CERAMAH DI DEPAN PARA KEPALA DESA SE KABUPATEN LUWU0
- KEPALA BPSDM SULSEL HADIRI PEMBUKAAN BIMTEK DPRD KAB. SIDRAP DI HOTEL MERCURE MAKASSAR0
- BPSDM SULSEL HADIRI RAKORNAS BPSDM 2023 DI JAKARTA0
- DPRD KAB. LUTIM IKUTI BIMTEK DI MAKASSAR0
- BPSDM SULSEL RAIH AKREDITASI KATEGORI LEMBAGA DIKLAT KEARSIPAN0
- PROF. JUFRI IKUT MERIAHKAN GERAK JALAN SANTAI SULSEL ANTI MAGER SAMBUT SIARAN DIGITAL0
- JEPANG FISHERIES ASSOCIATION (JFA) BERKUNJUNG KE BPSDM SULSEL0
- BIMTEK PENGELOLA PERPUSTAKAAN MASJID : PROF. JUFRI BERI KIAT MENJADI PUSTAKAWAN HEBAT0
- BAGIKAN JURUS JITU JADI GURU HEBAT DI DEPAN PESERTA GURU PENGGERAK, BEGINI KATA PROF. JUFRI0
- KEPALA BPSDM PROV. SULSEL MENJADI PENGUJI PADA PKN TK. II DI BPSDM PROV. JATIM0
Berita Populer
- MEMAHAMI PROSEDUR PEMBERIAN INFORMED CONSENT DALAM PRAKTEK KEDOKTERAN
- MENEMUKAN KEMBALI PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI
- ANALISIS KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH PENGETAHUAN WAJIB BAGI PARA PEMIMPIN DAERAH
- MENGENAL SINGKATAN PEJABAT DALAM PEMERINTAHAN Plt. Plh. Pj. dan Pjs.
- APA ITU ASN DAN PPPK ?
- KENALI PELATIHAN PEMBEKALAN / ORIENTASI PEGAWAI PEMERINTAH DENGAN PERJANJIAN KERJA (PPPK).
- MENGENAL JABATAN FUNGSIONAL PRANATA HUMAS BAGIAN KE DUA
- INTEGRITAS DAN PROFESIONALISME ASN DI ERA MILENIAL
- INTEGRITAS DAN KEPEMIMPINAN
- MENGENAL SERVANT LEADERSHIP

Dari sejarah dan semua masalah yang terjadi di masyarakat kita hari ini, kepemimpinan Pancasila menjadi semakin relevan. Kepemimpinan Pancasila mempelajari bagaimana sejarah bangsa yang kental akan praktik gotong royong dari para tokoh bangsa. Dalam hal nilai praktiknya, kepemimpinan Pancasila dengan kata lain memiliki dimensi etika, akhlak-moral, sifat tidak mementingkan diri sendiri, dan berpendirian teguh.
Kepemimpinan Pancasila memiliki hubungan leaders - followers yang sangat harmonis. Yang paling penting, kepemimpinan Pancasila adalah kepemimpinan gotong royong atas dasar keikhlasan dan solidaritas. Tantangan hari ini memang menjadi lebih kompleks dengan kehadiran teknologi yang berdampak signifikan bagi kehidupan masyarakat. Teknologi membuat masyarakat terekspos dengan berbagai nilai, ideologi, dan keyakinan yang berpengaruh terhadap cara pandang masyarakat akan banyak hal.
Akan tetapi, melihat kenyataan yang terjadi bahwa masyarakat Indonesia masih belum menerima keberagaman, menjadikan kepemimpinan Pancasila semakin relevan untuk dipraktikkan. Kepemimpinan Pancasila yang humanis, merangkul keberagaman, dan memiliki ikatan harmonis yang mengedepankan prinsip gotong royong, serta mempunyai visi yang jauh ke depan menjadi aset yang berharga untuk menyelesaikan problematika yang terjadi di ranah domestik maupun global.
Kabar baiknya adalah, saya melihat anak muda saat ini mewarisi semangat para tokoh bangsa kita. Banyak inisiatif yang mereka buat berdampak luas bagi masyarakat yang menjadi targetnya. Selain itu, mereka aktif dalam mempromosikan nilai-nilai baik Indonesia di kancah internasional. Terlebih lagi, anak muda yang saya lihat sangat merangkul keberagaman. Sikap dan kontribusi mereka yang menakjubkan membuat kita berharap sangat tinggi terhadap anak muda. Harapan itu harus diimbangi dengan pemberian kesempatan yang seluas-luasnya untuk menempati posisi strategis di berbagai sektor. Melihat fenomena sejarah, data, penulis merasa bahwa kepemimpinan yang berasaskan Pancasila ini harus dilestarikan bahkan diperkuat.
Tantangan zaman akan semakin sulit ke depannya. Skalanya tidak hanya nasional, melainkan global. Perubahan iklim menjadi satu isu yang krusial untuk diselesaikan. Indonesia bisa berperan banyak di isu ini jika semua rakyat bergotong royong. Dengan mengimplementasikan nilai-nilai dalam elemen kepemimpinan Pancasila, saya yakin kita dapat melewati berbagai tantangan dan problematika yang ada di depan.






