▴BPSDM PROVINSI SULAWESI SELATAN▴ - MULTITASKING PADA WIDYAISWARA: ANTARA EFISIENSI DAN KUALITAS
- PEMPROV SULSEL GELAR SEMINAR NASIONAL MEMPERINGATI HUT KORPRI KE 53
- PELAKSANAAN ORIENTASI ANGGOTA DPRD KAB. SINJAI DI HOTEL MERCURE
- PJ GUBERNUR SULSEL RESMI DINYATAKAN SEBAGAI PEJABAT GUBERNUR TERBAIK DI INDONESIA
- HARI KETIGA PELAKSANAAN ORIENTASI ANGGOTA DPRD KAB. SINJAI
- HARI KETIGA PELAKSANAAN ORIENTASI ANGGOTA DPRD KAB. SINJAI
- PEMBEKALAN ASN BKPSDM PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN
- KUNJUNGAN KERJA BKPSDM PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN KE BPSDM PROV. SULSEL
- BELAJAR MENGAJI YANG DILAKSANAKAN DI MASJID KAMPUS 2 BPSDM PROV. SULSEL
- BPSDM PROV. SULSEL BELAJAR MENGAJI DILAKSANAKAN DI MASJID KAMPUS II
INOVASI SEBAGAI PILAR UTAMA PROYEK PERUBAHAN DIKLAT KEPEMIMPINAN
Berita Terkait
- PENTINGNYA COACHING DALAM MENYUSUN PROYEK PERUBAHAN DIKLAT KEPEMIMPINAN STRUKTURAL0
- ESENSI DARI RANCANGAN PROYEK PERUBAHAN PADA DIKLAT KEPEMIMPINAN STRUKTURAL 0
- NURDIN ABDULLAH MELEPAS PENGIRIMAN BANTUAN KE PALU & DONGGALA0
- KEPALA BPSDM PROV. SULSEL: STAF HARUS MENINGKATKAN ETOS KERJA0
- JENEPONTO LAKSANAKAN BIMTEK MANAJEMEN ASN BERBASIS KINERJA0
- BPSDM SULSEL MELAKSANAKAN UPACARA 17 AGUSTUS 20180
- Pj. GUBERNUR SULSEL MEMBUKA OLAHRAGA PANAHAN EKSEKUTIF DI RUJAB0
- BPSDM SULSEL IKUT SERTA DALAM SULSEL EXPO 2018 0
- BPSDM IKUT MEMERIAHKAN SENAM POCO-POCO DI RUJAB GUBERNUR SULSEL0
- Pj. SEKDA SULSEL MEMBUKA DIKLAT PIM TK. II ANGKATAN XV (15)0
Berita Populer
- MEMAHAMI PROSEDUR PEMBERIAN INFORMED CONSENT DALAM PRAKTEK KEDOKTERAN
- MENEMUKAN KEMBALI PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI
- ANALISIS KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH PENGETAHUAN WAJIB BAGI PARA PEMIMPIN DAERAH
- MENGENAL SINGKATAN PEJABAT DALAM PEMERINTAHAN Plt. Plh. Pj. dan Pjs.
- APA ITU ASN DAN PPPK ?
- KENALI PELATIHAN PEMBEKALAN / ORIENTASI PEGAWAI PEMERINTAH DENGAN PERJANJIAN KERJA (PPPK).
- MENGENAL JABATAN FUNGSIONAL PRANATA HUMAS BAGIAN KE DUA
- INTEGRITAS DAN PROFESIONALISME ASN DI ERA MILENIAL
- INTEGRITAS DAN KEPEMIMPINAN
- MENGENAL SERVANT LEADERSHIP

Keterangan Gambar : Dr. dr Ampera M.S., Ked., MH. Staf pada BPSDM Prov Sulsel
Sebagai perwujudan dari kompetensi Diklat Kepemimpinan Struktural adalah kemampuan melakukan sebuah inovasi pelayanan publik yang dituangkan dalam Rancangan Proyek Perubahan yang akan diimplemetasikan dalam kinerja Pimpinan Pasca Diklat dengan tujuan meningkatnya mutu pelayanan publik dan kinerja sebuah organisasi.
Inovasi sebagai pilar utama dalam sebuah proyek perubahan merupakan kerangka berfikir para pemimpin-pemimpin perubahan untuk melakukan berbagai terobosan dalam pelayanan dan kinerja organisasi agar memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi penyelengaraan pemerintahan untuk kepentingan masyarakat yang seluas-luasnya.
Sehubungan dengan hal tersebut, maka inovasi didefenisikan sebagai gagasan, praktek, atau benda yang dianggap/dirasa baru oleh individu atau kelompok masyarakat (rogers, 1983). Inisiatif dari pelaksanaan sebuah Inovasi terutama pada aspek dan nilai kebaruan (novelty). Selanjutnya Inovasi didefenisikan pula sebagai transformasi pengetahuan kepada produk, proses dan jasa baru, sehingga mengakibatkan tindakan menggunakan sesuatu yang baru (Rosenfeld dalam Sutarno, 2012:132). Dari defenisi tersebut maka seyogyanya inovasi yang dilakukan oleh peserta diklat (reformer), setidaknya sesuatu yang mengandung nilai kebaruan dan sekaligus menyebabkan terjadinya transformasi pengetahuan akan gagasan, proses, produk atau jasa, sehingga orang dapat menggunakan atau mengadopsinya. Sebuah kebaruan dapat terjadi karena hasil dari sebuah penelitian ataupun karena pengembangan dari sebuah inovasi yang telah ada sebelumnya.
Dalam Penyusunan sebuah Rancangan Proyek Perubahan seharusnya tidaklah asal jadi, tetapi berdasarkan sebuah observasi mendalam atas situasi dan kondisi kekinian yang terjadi yang membutuhkan sebuah terobosan pelayanan berdasarkan isu-isu strategis yang berkembang di masyarakat. Sebuah inovasi yang dipilih untuk dilakukan setidaknya memenuhi ciri-ciri sebagai berikut :
1. Khas
Ciri utama dari sebuah inovasi adalah memiliki ciri khas sendiri yang sebelumnya belum pernah ada atau memiliki khas yang berbeda dengan ide tau gagasan yang sebelumnya pernah ada. Tanpa ciri khas yang spesifik, sebuah ide ataupun gagasan tidak dapat digolongkan menjadi sebuah inovasi baru.
2. Baru
Ciri kedua dari sebuah inovasi adalah kebaruan (novelty). Setiap inovasi haruslah merupakan ide atau pun gagasan baru yang memang belum pernah diungkapkan atau pun dipublikasikan sebelumnya.
3. Terencana
Ciri ketiga dari sebuah inovasi adalah terencana. Bukanlah sebuah inovasi jika dilakukan seadanya tanpa perencanaan yang matang. Sebuah inovasi yang dilakukan haruslah telah direncanakan sejak awal untuk mengembangkan sebuah ide, gagasan, proses, produk atau jasa , sehingga keberhasilannya dapat diukur apakah sesuai dengan yang diharapkan atau tidak.
4. Memiliki Tujuan
Ciri terakhir yang harus ada pada inovasi adalah memiliki tujuan. Perubahan yang terjadi atau dilakukan tanpa tujuan bukanlah inovasi. Inovasi haruslah berangkat dari sebuah tujuan untuk mengembangkan sesuatu agar memberikan manfaat yang seluas-luasnya bagi pengguna (user) inovasi tersebut.
Berangkat dari pemahaman terhadap definisi dan ciri-ciri sebuah inovasi, maka dapat dipastikan bahwa sebuah Proyek Perubahan akan memberikan manfaat yang sebaik-baiknya jika dilandasi oleh pemenuhan aspek-aspek inovasi sebagai pilar utama dari proyek perubahan tersebut.






