BPSDM PROVINSI SULAWESI SELATAN

MEMBANGUN KEPRIBADIAN ASN PROFESIONAL MELALUI ANEKA

Senin, 29 Okt 2018 | 10:07:23 WIB - Oleh Muharrir Mukhlis


MEMBANGUN KEPRIBADIAN ASN PROFESIONAL MELALUI ANEKA

Dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas, maka dibutuhkan peran dan tanggung jawab aparatur sipil Negara {ASN} yang professional dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya sehingga tidak merugikan masyarakat dan pemerintah itu sendiri. Seorag Aparatur Sipil Negara yang professional harus memiliki kompetensi yang handal dalam menjalankan tupoksinya berdasarkan nilai-nilai dasar yang telah ditetapkan sebagai pedoman perilaku dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan publik.

Seorang ASN Profesional wajib memahami dan mematuhi Nilai-Nilai Dasar yang menjadi acuan pelaksanaan tugasnya, yaitu : Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik , Komitmen Mutu dan Anti Korupsi ( ANEKA ). Perwujudan dari ANEKA akan membentuk perilaku ASN yang memiliki Integritas dan jati diri sebagai Pelaksana Kebijakan, pemberi playanan public dan perekat dan pemersatu bangsa.

Nilai Dasar Akuntabilitas adalah nilai dasar yang merujuk pada pemahaman bahwa setiap tindakan yang dilakukan oleh ASN harus dapat dipertanggung jawabkan baik dalam proses pelaksanaan maupun pasca pelayanan yang diberikannya.  J.B. Ghartey, mendefinisikan akuntabilitas sebagai keadaan ditujukan untuk mencari jawaban terhadap pertanyaan yang berhubungan dengan pelayanan apa, siapa, kepada siapa, milik siapa, yang mana, dan bagaimana. Selanjutnya  Ledvina V. Carino, mengatakan akuntabilitas merupakan suatu evoluasi kegiatan yang dilaksanakan oleh seorang petugas baik masih berada pada jalur otoritasnya atau sudah berada jauh di luar tanggungjawab dan kewenangannya. Penerepan nilai Akuntabilitas dalam pelayanan publik akan menyadarkan dan memotivasi ASN untuk bertindak hati-hati, transparan sesuai ketentuan atau peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Nilai dasar Nasionalisme mengharuskan ASN untuk lebih mengedepankan  kepentingan Nasional daripada kepentingan pribadi atau kelompok. Semangat Nasionalisme yang tinggi dari ASN dalam menjalankan tupoksinya selalu berorientasi pada nilai-nilai luhur Pancasila sebagai Way of life bangsa Indonesia. Nilai-Nilai Luhur Pancasila sebagaimana yang terdapat dalam dalm setiap Sila haruslah menjadi pola perilaku Setiap ASN untuk menghargai keaneka ragaman suku,budaya dan agama sebagaimana dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam memberikan pelayanan ASN yang professional.

Nilai Dasar Etika Publik   bagi ASN  adalah sebuah pedoman perilaku yang menjadi kepatutan seorang ASN dalam memberikan Pelayanan Publik. Etika publik seharusnya menjadi penjaga perlaku ASN (quidance)  agar dapat berjalan sesuai dengan standar nilai atau norma etika, moral dan hukum. Etika Publik meneyoroti tentang baik-buruk, benar-salah suatu peilaku, tindakan atapun keputusan=keputusan yang diambil berkaitan dengan pelayanan publik.  Ada tiga fokus etika publik. Menurut Haryamoko (Kompas.com 07/06/2011) Pertama, pelayanan publik berkualitas dan relevan. Artinya, kebijakan publik harus responsif dan mengutamakan kepentingan publik. Kedua, fokus refleksi karena tak hanya menyusun kode etik atau norma, etika publik membantu mempertimbangkan pilihan sarana kebijakan publik dan alat evaluasi yang memperhitungkan konsekuensi etis. Dua fungsi ini menciptakan budaya etika dalam organisasi dan membantu integritas pejabat publik. Ketiga, modalitas etika: bagaimana menjembatani norma moral dan tindakan. Ketiga Fokus tersebut akan mencegah ASN terlibat dalam konflik kepentingan.

Nilai Dasar Komitmen mutu bagi ASN adalah sebuah refleksi sebuah pengakuan atau janji pada diri sendiri dan atau pada orang lain yang dapat dipersepsikan sebagai wujud tindakan untuk menjaga dan memberi pelayanan publik yang berkualitas. Sebuah komitmen mutu harus dibangun mulai dari tahap input, proses, output dan outcome. Hasil yang berkualitas harus dibangun dari input dan proses yang berkualitas pula sehingga akan menghasilkan dampak atau manfaat yang besar pula dalam pelayanan publik.  Implikasi dari komitmen mutu adalah terselenggaranya pelayanan publik yang memberi kepuasan atas apa yang mereka terima. Mutu selalu berorientasi pada kepuasan pelanggan.

Nilai Dasar Anti Korupsi bagi ASN akan menjadi benteng pertahanan diri untuk dapat terhindar dari Perilaku Korupsi dan Gratifikasi dalam penyelenggaran pelayanan publik. Untuk itu diperlukan perubahan mindset bagi setiap Aparatur Sipil Negara dalam menjalankan tugas pemerintahan agar tidak menimbulkan kerugian Negara dan masyarakat. Korupsi adalah sebuah kejahatan yang dikategorikan sebagai extra ordinary crime (kejahatan yang luar biasa) yang harus dapat dicegah sedini mungkin. Jack Bologne, 2006 dengan teori GONE mengatakan bahwa Korupsi terjadi karena adanya Greeds (keserakahan), Oppurtunities (peluang dan kesempatan), Needs (kebutuhan) dan Exposue (pengungkapan). Berdasarkan Teori GONE tersebut, perilaku korupsi dipicu oleh adanya keserakahan dari Aparatur Pemerintahan yang tidak merasa puas atas hasil perolehannya yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain karena adanya Keserakahan, peluang dan kesempatan semakin mempermulus jalannya perbuatan korupsi. Selanjutnya Aparatur pemerintahan yang terjerat berbagai kebutuhan dan keinginan hidup mewah dan berfoya-foya semakin memperburuk keadaan dan semakin mendorong terjadinya perilaku korupsi. Hal lain yang memuluskan terjadinya perilaku korupsi karena minimnya pengungkapan-pengungkapan atas kasus-kasus korupsi yang terjadi. Korupsi dikalangan ASN bukanlah sebuah rahasia, tetapi Nampak dengan kasat mata dengan terungkapnya mafia-mafia korupsi oleh penyidik, baik kepolisian, kejaksaan maupun oleh KPK.  Untuk mengembangkan budaya anti korupsi, maka seorang ASN harus ditanamkan sejak dini ketika masuk menjadi ASN untuk berperilaku jujur, disiplin, bertangung jawab, adil, berani, peduli, kerja keras, sederhana dan mandiri, yang sering dikenal sebagai 9 nilai-nilai anti korupsi.

Dengan memahami dan melakukan Nilai-Nilai Dasar ASN yang dikenal dengan Akronim ANEKA dalam setiap pelaksanaan tugas, wewenang dan Tanggung Jawab, maka mimpi-mimpi untuk menciptakan ASN yang professional dan bertaraf internosional bukanlah isapan jempol belaka.



Selasa, 23 Okt 2018, 10:07:23 WIB Oleh : Muharrir Mukhlis 66 View
HARI JADI SULSEL KE – 349 DILAKSANAKAN DPRD PROV. SULSEL
Kamis, 11 Okt 2018, 10:07:23 WIB Oleh : Muharrir Mukhlis 130 View
TIPS MEMILIH JUDUL PROYEK PERUBAHAN YANG BAIK
Kamis, 11 Okt 2018, 10:07:23 WIB Oleh : Muharrir Mukhlis 91 View
INOVASI SEBAGAI PILAR UTAMA PROYEK PERUBAHAN DIKLAT KEPEMIMPINAN

Tuliskan Komentar